Studi Simulasi dan Pemodelan Dalam Sebuah Sistem Oleh: Oktaviani Ariyaningsih [2103015100]
| Diagram Alir Studi Simulasi |
Berikut merupakan langkah – langkah dari sebuah studi
simulasi:
- Formulasi masalah
- Penetapan tujuan dan rencana proyek: pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.
- Konseptualisasi model: membangun model yang masuk akal.
- Pengumpulan data: mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.).
- Penerjemahan Model: konversi model suatu bahas pemrograman.
- Verifikasi: Verifikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.
- Validasi: Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara akurat.
- Desain Eksperimen: Berapa banyak runs? Untuk berapa lama? Jenis variasi masukannya seperti apa?
- Produksi runs dan analisis: running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.
- Jalankan lagi (More runs) ?: mengulangi eksperiemn jika perlu.
- Dokumentasi dan pelaporan: Dokumen dan laporan hasil
- Implementasi
Berikut merupakan penjabaran dari point – point diatas
sebagai berikut:
1.
Formulasi Masalah:
- mengidentifikasikan maslah yang akan diselesaikan
- mendeskripsikan operasi sistim dalam term-term obyek dan aktivitas dalam suatau layout
- mengidentifikasi sistem dalam term-term variabel input (eksogen), dan output (endogen)
- mengkatagorikan variabel input sebagi decision (controllable) dan parameters (uncontrollable)
- mendefinisikan pengukuran kinerja sistim (sebagai fungsi dari variabel endogen) dan fungsi obyek (kombinasi beberapa pengukuran)
- mengembangkan struktur model awal (preliminary)
- mengembangkan struktur mode lebih rinci yang menidentifikasi seluruh obyek berikut atribut dan interface-nya.
2.
Penetapan Tujuan dan Rencana Proyek:
Pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah
3.
Konseptualisasi Model:
Membangun model yang masuk akal, seperti:
- memahami sistem
- Pendekata proses (atau pendekatan alarian fisik (physical flow approach)) didasarkan pada tracking flow dari entitas-entitas keseluruhan sistem berikut titik pemorsesan dan aturan keputusan percabangan
- Pendekatan peristiwa (event) (atau pendekatan perubahan keadaan (state change approach)) didasarkan pada definisi variabel keadaan internal dan events sistim yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistim ketika suatu event terjadi
- konstruksi model
- definisi obyek, atribut, metode
- flowchart metode yang relevan
- pemilihan bahas implemntasi
- penggunaan random variates dan statistik kinerja
- coding dan debugging
4.
Pengumpulan Data:
Mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi
(seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.).
- observasi langsung dan perekaman manual variabel yang diseleksi(selected)
- time-stamping untuk men-track aliran suatu entitas keseluruh sistem
- menyeleksi ukuran sample yang valid secara statistic
- menyeleksi sutau format data yang dapat diproses oleh komputer
- analisis statistik untuk menetapkan distribusi dan parameter data acak
- memutuskan data mana yang dipandang sebagai acak dan yang mana diasumsikan deterministik
5.
Penerjemahan Model:
Konversi model ke dalam suatu bahasa pemrograman.
6.
Verifikasi:
Verifikasi model melalui pengecekan apakah program
bekerja dengan baik.
7.
Validasi:
Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara
akurat.
8.
Desain Eksperimen:
- Berapa banyak runs?
- Untuk berapa lama?
- Jenis variasi masukannya seperti apa ?
- evaluasi statistik output untuk mementapkan beberapa level presisi yang diterima dari pengukuruan kinerja
- analisi terminasi digunakan jika interval waktu riil tertentu akan disimulasikan
- steady state analysis digunakan jika obyek of interest merupakan rata-rata long-term
9.
Produksi Runs dan Analisis:
Running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis
keluaran.
10.
Jalankan Lagi (More Runs)?:
Mengulangi
eksperiemn jika perlu.
11. Dokumentasi dan Pelaporan:
Dokumen dan laporan hasil.
12.
Implementasi:
Terapkan pada sekala dunia nyata.
Kelebihan
Simulasi
Berikut merupakan beberapa kelebihan dari simulasi,
yaitu:
- Sebagian besar sistem riil dengan elemen-elemen stokastik tidak dapat dideskripsikan secara akurat dengan model matematik yang dievaluasi secara analitik. Dengan demikian simulasi seringkali merupakan satusatunya cara.
- Simulasi memungkinkan estimasi kinerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda.
- Rancangan-rancangan sistem alternatif yang dianjurkan dapat dibandingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik.
- Pada simulasi bisa dipertahankan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen.
- Simulasi memungkinkan studi sistem dengan kerangka waktu lama dalam waktu yang lebih singkat, atau mempelajari cara kerja rinci dalam waktu yang diperpanjang.
Kelemahan
Simulasi
Selain mempunyai kelebihan simulasi juga mempuyai
beberapa kekurangan, sebagai berikut:
- Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid.
- Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu lama untuk dikembangkan.
- Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.
Jebakan
/ Simulasi
- Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas
- Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai
- Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai
Fitur
– Fitur Software Simulasi yang Dibutuhkan
- Berikut beberapa daftar fitur software yang dibutuhkan:
- Membangkitkan bilangan random dari distribusi probabilitas U(0,1).
- Membangkitkan nilai-nilai random dari distribusi probabilitas tertentu, mis. eksponensial.
- Memajukan waktu simulasi.
- Menentukan event berikutnya dari daftar event dan memberikan kontrol ke blok kode yang benar.
- Menambah atau menghapus record pada list.
- Mengumpulkan dan menganalisa data.
- Melaporkan hasil.
- Mendeteksi kondisi error.
10
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa yang dimaksud dengan pemodelan dalam konteks
simulasi, dan mengapa pemodelan penting dalam pengembangan simulasi?
Jawaban: Pemodelan dalam simulasi adalah pembuatan
representasi abstrak dari sistem nyata. Ini penting karena merupakan langkah
awal untuk menciptakan simulasi yang akurat dan informatif, memungkinkan
pengujian hipotesis, peramalan hasil, dan pengambilan keputusan yang lebih baik
dalam berbagai konteks.
2. Jelaskan definisi simulasi menurut Schmidt dan
Taylor!
Jawaban: Sistem didefinsikan sebagai suatu kumpulan
satu kesatuan, seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi
bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir pokok pikiran.
3. Apa peran validasi dan verifikasi dalam simulasi?
Bagaimana kedua konsep ini berkontribusi pada keandalan simulasi?
Jawaban: Validasi adalah proses membandingkan hasil
simulasi dengan data empiris, sedangkan verifikasi memeriksa apakah model
simulasi telah dibangun dengan benar. Kedua konsep ini berkontribusi pada
keandalan simulasi: validasi memastikan akurasi hasil, sedangkan verifikasi
memastikan kebenaran model dan kode simulasi. Kombinasi keduanya meningkatkan
keyakinan dalam hasil simulasi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih
baik.
4. Berikanlah contoh hubungan simulasi dan
pemodelan dalam sebuah sistem!
Jawaban: Contoh Simulasi Penerbangan:
- Pemodelan: Membangun model matematika pesawat dan fisika terkait.
- Simulasi: Menggunakan model tersebut dalam perangkat lunak simulasi untuk menguji perilaku pesawat dalam berbagai situasi.
5. Apa perbedaan utama antara simulasi
statik dan dinamik dalam analisis struktural?
Jawaban: Perbedaan utama adalah simulasi
statik memeriksa struktur dalam keadaan seimbang tanpa mempertimbangkan waktu,
sementara simulasi dinamik mempertimbangkan respons struktur terhadap beban
yang berubah seiring waktu.
6. Mengapa pemilihan model simulasi statik
atau dinamik penting dalam perancangan struktur?
Jawaban: Pemilihan model simulasi
memengaruhi keandalan dan keselamatan struktur. Simulasi statik cocok untuk
beban tetap, sedangkan simulasi dinamik digunakan untuk situasi seperti gempa
yang memerlukan pemahaman respons waktu nyata struktur. Kesalahan dalam
pemilihan model dapat mengancam keselamatan dan efisiensi struktur.
7. Jelaskan hubungan simulasi, model, dan
sistem!
Jawaban: Simulasi adalah proses pembuatan
representasi komputasional sistem nyata dengan menggunakan model. Model adalah
representasi abstrak dari sistem, sementara sistem adalah entitas yang ingin
dijelaskan atau dimodelkan dalam simulasi. Simulasi memanfaatkan model sebagai
dasar untuk menggambarkan sistem nyata.
8. Apa peran utama dari komponen sistem
dalam pemodelan dan simulasi?
Jawaban: Komponen sistem dalam pemodelan
dan simulasi adalah elemen-elemen yang mewakili bagian-bagian dari sistem yang
sedang dianalisis. Mereka digunakan untuk menggambarkan interaksi dan hubungan
antara bagian-bagian sistem, sehingga memungkinkan kita untuk memprediksi
perilaku dan kinerja sistem secara keseluruhan.
9. Apa perbedaan antara komponen sistem
diskrit dan komponen sistem kontinu dalam konteks pemodelan dan simulasi?
Jawaban: Komponen sistem diskrit dan
komponen sistem kontinu adalah dua jenis komponen dalam pemodelan sistem.
Perbedaan utamanya terletak pada sifat variabel yang mereka wakili. Komponen
sistem diskrit menggambarkan sistem yang beroperasi dalam langkah-langkah
terpisah, seperti pengambilan keputusan atau perubahan status. Sementara itu,
komponen sistem kontinu menggambarkan sistem yang beroperasi dalam rentang
nilai yang kontinu, seperti perubahan suhu atau tekanan yang terus-menerus.
10. Jelaskan apa itu model simulasi deterministic?
Jawaban: Model simulasi deterministik
adalah jenis model simulasi di mana setiap tindakan atau perubahan dalam sistem
memiliki hasil yang pasti dan dapat diprediksi, tanpa unsur keacakan.
SOURCE : Online Learning UHAMKA
Comments
Post a Comment